Penasihat Zelensky Sebut Ukraina De Facto di NATO, Janjinya Lebih dari Keanggotaan Formal
Handout / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINIAN / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam upacara kredensial di Kyiv, pada hari ke-99 invasi Rusia ke Ukraina. Penasihat Zelensky, Alexey Arestovich, menyebut posisi Ukraina sudah de facto di aliansi militer NATO. 

TRIBUNNEWS.COM - Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Alexey Arestovich, menyebut posisi Ukraina sudah de facto di aliansi militer NATO.

Dilansir Russia Today, ia menyebut status keanggotaan Ukraina di NATO dan Uni Eropa (UE) hanya formalitas belaka. 

Alexey Arestovich mengatakan janji aliansi untuk membantu Kyiv memenangkan perang lebih dari sekadar keanggotaan formal.

Ukraina sendiri baru saja bergabung dengan Three Seas Initiative (latin-Trimarium) sebagai pintu belakang ke UE.

Bicara dengan YouTuber dan aktivis, Mark Feygin, pada Rabu (22/6/2022), Arestovich mengakui bahwa dia ragu apakah NATO atau UE siap menerima Ukraina.

Namun menurutnya hal itu bukan masalah.

Ia menilai, status kandidat memberi Ukraina akses ke dana pembangunan UE, yang dengan itu Polandia telah membangun infrastrukturnya.

Selain itu, Kyiv baru saja membuat langkah lainnya dengan bergabung dengan Trimarium.

"Kami menjadi negara ke-13 dari Trimarium. Ini adalah akses ke uang, transportasi, keamanan di laut, infrastruktur."

"Dan 12 negara Trimarium adalah anggota UE. Artinya, hampir setengah dari negara-negara Uni Eropa. Ini berarti integrasi kami dengan UE telah melangkah lebih jauh daripada yang dinilai semua orang saat ini," kata Arestovich.

Atas