Ukraina Secara ‘De Facto’ Telah Jadi Anggota NATO, Barat Mati-matian Membela
Handout / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINIAN / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ukraina disebut-sebut secara de facto telam menjadi anggota NATO 

TRIBUNNEWS.COM – Meski Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negaranya belum masuk anggota NATO namun secara “de facto” sudah terjadi.

Alexey Arestovich, penasihat terkemuka Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, keanggotaan terakhir Ukraina di NATO dan Uni Eropa hanyalah formalitas belaka.

Dilaporkan Russia Today, Kiev sudah menjadi anggota “de facto” dari aliansi militer pimpinan AS, yang berjanji untuk membantunya “memenangkan” konflik dengan Rusia – dan baru saja bergabung dengan Three Seas Initiative sebagai pintu belakang ke UE, kata Arestovich dalam wawancara.

Negara Barat kini mati-matian membela Ukraina dengan memasok persenjataan modern hingga memberi sanksi ekonomi kepada Rusia.

Berbicara dengan YouTuber dan aktivis Mark Feygin pada hari Rabu, Arestovich mengakui bahwa dia ragu apakah NATO atau UE siap menerima Ukraina, tetapi itu tidak masalah.

Hanya menjadi kandidat memberi Ukraina akses ke dana pembangunan UE, yang dengannya Polandia telah membangun infrastrukturnya, katanya kepada Feygin.

Selain itu, Kiev baru saja membuat langkah lainnya dengan bergabung dengan Trimarium, kata Arestovich.

“Kami menjadi negara ke-13 dari Trimarium. Ini adalah akses ke uang, transportasi, keamanan di laut, infrastruktur. Dan 12 negara Trimarium adalah anggota UE. Artinya, hampir setengah dari negara-negara Uni Eropa. Ini berarti integrasi kami dengan UE telah melangkah lebih jauh daripada yang dinilai semua orang saat ini, ”kata Arestovich.

Ukraina akan 'sangat mungkin' menjadi anggota UE

Ini mengacu pada pengumuman Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Selasa bahwa kelompok tersebut telah menciptakan status "kemitraan partisipatif" khusus untuk Ukraina.

Atas